Home Cerita Alumni Alumni Talk Berita Tracer Study Login
Berita

Alumni Manajemen Ibrahim : Garap Bisnis Jamur dan Harumkan Nama Nobel Indonesia di Kancah Nasional

N
ITB Nobel Indonesia Pusat Karir & Alumni
20 May 2026
2 Menit Baca

Memiliki usaha dan teman dari belahan nusantara adalah dua hal yang rasanya tak akan mungkin dilupakan bagi Ibrahim. Alumni Manajemen angkatan 2020 itu kini berprofesi sebagai CEO sekaligus Founder Aliansi Jamur, sebuah usaha yang ia rintis bersama rekannya semasa kuliah. 3 tahun lalu ia gagas dengan semangat menciptakan produk jamur yang berkualitas tinggi dan dinikmati masyarakat luas.

"Visi kami adalah menjadi pemimpin dalam industri budidaya dan pengolahan jamur di Indonesia dengan fokus pada kualitas, inovasi, dan keberlanjutan. Misi kami adalah menyediakan produk jamur yang sehat dan lezat serta mendukung pemberdayaan komunitas melalui praktek budidaya yang ramah lingkungan," kata Ibe, sapaan akrabnya.

Dari budidaya jamur yang dikelola telah menghasilkan sejumlah produk unggulan. Diantaranya, Jamur Excellent dan Leyzto. "Kalau Jamur Excellent produk jamur tiram mentah berkualitas tinggi yang dipanen dengan teknik budidaya terbaik untuk memastikan kesegaran dan kelezatannya maksimal. Sementara, Leyzto itu jamur olahan krispi diolah dengan resep khusus didalamnya ada tekstur yang renyah dan cocok jadi cemilan atau pelengkap makanan." paparnya.

Dari usaha inilah ia telah meraup respon baik dari para penikmat jamur dan berhasil masuk pasar yang lebih luas. Disatu sisi, ia mengaku kendala maupun tantangan mengelola usaha budidaya jamur tiram di bisnisnya, mengelola kualitas dan kuantitas produksi secara konsisten. "Budidaya jamur tiram sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang harus dikontrol dengan tepat, seperti suhu, kelembapan, dan kebersihan," kata Ibe.

Meski demikian, Ibe menyadari ada banyak pelajari ia temukan dari bisnisnya, salah satunya pentingnya inovasi dan teknologi, sampai komitmen terhadap kualitas. Karena menjaga kualitas produk adalah kunci untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan.

Berkah Aliansi Jamur yang ia garap dan gagas bersama rekannya dibangku kuliah tentu tak lepas dari pengalamannnya dalam berorganisasi. "Pengalaman berharga dimasa kuliah yang saya bawa ke bisnis ini, tentunya adalah kepimpinan, komunikasi, negosiasi, dan literasi," lanjut Ibe.

Dibenak Ibe yang masih segar, memori mengikuti program Wirausaha Merdeka (WMK) di IPB UNIVERSITY pada tahun 2022 lalu jadi pengalaman yang masih berbekas di kepalanya. Modal merintis Aliansi Jamur bermula dari situ sekaligus jadi modal menambah ilmu pengetahuan dan keterampilannya meramu bisnis.

Belum lagi, Ibe dipercaya menjadi Ketua Tim KKN Kebangsaan di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. Ragam kawan dan budaya yang ia jumpai bersama ratusan Mahasiswa dari puluhan PT di Indonesia serta dua lainnya dari Malaysia jadi kesan menarik diingatannya.

"Tentu pengalaman tersebut sangat mempengaruhi wawasan dan keterampilan memimpin suatu kelompok/tim karena 9 orang dari kelompok saya merupakan orang-orang pilihan dari berbagai asal, budaya dan Perguruan Tinggi yang berbeda, sehingga saya dengan begitu saya bangga membawa nama baik Perguruan Tinggi Nobel Indonesia pada kegiatan di tingkat Nasional." tutup Ibe.

Bagikan:
Tautan berhasil disalin!
Rekomendasi

Cerita Alumni Lainnya

Semua Kisah Sukses
Pengalaman Organisasi Jadi Bekal Elsa Beradaptasi di Industri Berita
Admin 08 Jul 2026

Pengalaman Organisasi Jadi Bekal Elsa Beradaptasi di Industri

<p>NIDC -- Pengalaman berorganisasi selama kuliah terbukti menjadi modal krusial bagi para lulusan perguruan tinggi dalam beradaptasi di dunia kerja. Hal ini dibuktikan oleh Elsa Asnur Safitri, S.M., alumni program studi Manajemen Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, yang kini sukses berkarier di industri logistik.</p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Elsa tercatat telah meniti karier selama 2 tahun 1 bulan di PT Samudera Abadi Logistik. Menempati posisi utama sebagai Admin Entry, ia juga dipercaya untuk mengemban tanggung jawab di bagian Finance (Keuangan). Fleksibilitas dan kemampuan multitasking yang dimilikinya diakui lahir dari tempaan selama aktif di organisasi kemahasiswaan semasa kuliah.</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">"Bagi saya, aktif dalam organisasi kampus memberikan dampak yang sangat besar dan nyata saat memasuki dunia kerja. Banyak sekali aspek praktis yang saya pelajari di sana dan langsung bisa saya terapkan di kantor, terutama dalam hal pemecahan masalah (problem solving) dan bagaimana membangun kerja sama tim yang solid," ujar Elsa, Selasa (7/7).</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Ia menambahkan, dinamika organisasi juga secara signifikan meningkatkan rasa percaya diri dan mengasah kemampuan komunikasinya secara profesional. Modal tersebut membuatnya tidak canggung ketika harus memperluas relasi kerja, baik dengan rekan internal perusahaan maupun pihak eksternal.</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Selama hampir dua tahun menghandle posisi Admin Entry sekaligus membantu urusan finansial perusahaan, Elsa mengaku tantangan administrasi logistik yang rumit dapat diselesaikan dengan tenang berkat mentalitas yang terbentuk sejak kuliah.</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">"Memasuki dunia kerja dengan latar belakang aktif berorganisasi memberikan keuntungan tersendiri. Di PT Samudera Abadi Logistik, tugas saya tidak hanya terpaku pada posisi Admin Entry, tetapi juga sempat dipercaya membantu di bagian Finance. Fleksibilitas ini bisa saya jalani karena organisasi kampus telah melatih saya untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperluas relasi. Kemampuan komunikasi dan kerja sama tim yang saya asah selama kuliah benar-benar menjadi fondasi utama saya dalam bertahan dan berkembang selama lebih dari dua tahun ini." ungkapnya.</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Keberhasilan Elsa ini sekaligus menegaskan komitmen ITB Nobel Indonesia dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara karakter dan memiliki keterampilan non-teknis (soft skills) yang relevan dengan kebutuhan industri modern.</span></p>

BACA SELENGKAPNYA
Profesionalisme Jadi Kunci Sukses Alumnus Manajemen Nobel Indonesia Bekerja di BBPMP Sulsel Berita
Admin 08 Jul 2026

Profesionalisme Jadi Kunci Sukses Alumnus Manajemen Nobel Indonesia Bekerja di BBPMP Sulsel

<p>NIDC -- Profesionalisme menjadi aspek penting yang hendak dicapai oleh Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, hal tersebut terlihat dari salah satum alumninya bernama Astuti Sofyandi, S.M.&nbsp;<span style="font-size: 0.875rem;">Alumnus Manajemen yang bertugas sebagai Pengolah Data Informasi di BBPMP Provinsi Sulsel.&nbsp;</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Sebagai salah satu alumni yang sedang bekerja Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sulawesi Selatan, Astuti menyebut latar belakang pendidikan dari ITB Nobel Indonesia disebutnya, sangat memengaruhi profesionalisme dan kualitas kerja para alumninya saat terjun ke dunia birokrasi dan pelayanan publik.</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">"Selama belasan tahun mengelola data informasi di sini, saya melihat alumni ITB Nobel Indonesia memiliki fondasi yang kuat, terutama pada aspek integritas. Etika dan moral kerja yang mereka tunjukkan sangat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan transparan," ujar Astuti saat memberikan keterangan mengenai performa kerja lulusan ITB Nobel.</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Selain faktor integritas, Astuti juga menyoroti keahlian berbasis bidang ilmu atau profesionalisme.&nbsp; Kompetensi yang didapatkan selama bangku perkuliahan dinilai sangat relevan dengan kebutuhan instansi modern saat ini, terutama dalam menghadapi transformasi digital di sektor pendidikan.</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">"Kombinasi antara keahlian teknis (IT dan bahasa), kemampuan komunikasi yang efektif, serta solidnya kerja sama tim membuat kinerja organisasi menjadi jauh lebih produktif. Tentunya saya berharap sinergi dunia akademik seperti di ITB Nobel Indonesia terus melahirkan lulusan siap kerja yang berintegritas tinggi," pungkas Astuti.</span></p>

BACA SELENGKAPNYA
Ini Rahasia Alumnus FPS Nobel Indonesia Sukses Bangun Ekosistem Bisnis  Lebih dari Sedekade Berita
Admin 22 Jun 2026

Ini Rahasia Alumnus FPS Nobel Indonesia Sukses Bangun Ekosistem Bisnis Lebih dari Sedekade

<p>NIDC -- Pengusaha multisektor sekaligus alumni Pascasarjana Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, H. Aprianto, S.H., M.M., menegaskan pentingnya implementasi ilmu manajemen strategis dalam mengelola jaringan bisnis dan memimpin organisasi profesi di Sulawesi Selatan. Selama lebih dari satu dekade, alumni prodi Magister Manajemen Fakultas Pascasarjana itu sukses membangun dan memimpin berbagai unit usaha di Makassar, mulai dari Klinik Hamdalah yang didirikan pada tahun 2013, Swiff Premium Laundry (2019), Saunk Coffee &amp; Resto (2021), hingga biro perjalanan Wisata Iman Tour &amp; Travel (2022).&nbsp;</p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Menurutnya, menjaga stabilitas operasional di berbagai sektor yang berbeda bukanlah hal yang mudah.&nbsp; "Mengelola berbagai unit bisnis yang berbeda sektor, mulai dari kesehatan hingga kuliner dan pariwisata, tentu membutuhkan seni manajemen dan perencanaan strategis yang sangat matang. Tantangan utamanya adalah bagaimana membangun sistem yang kokoh di setiap lini," ujar Aprianto</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Aprianto mengungkapkan bahwa bekal keilmuan yang didapatkannya selama menempuh studi Magister Manajemen (M.M.) di ITB Nobel Indonesia memegang peranan krusial dalam pengambilan keputusan bisnis yang ia lakukan sehari-hari.&nbsp; "Teori, studi kasus, dan ruang diskusi yang saya lalui bersama para dosen di Pascasarjana ITB Nobel memberikan perspektif baru bagi saya. Ilmu tersebut sangat aplikatif dan membantu saya dalam mengambil keputusan bisnis secara lebih profesional, terukur, dan visioner," tambahnya.</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Selain sibuk mengembangkan ekosistem usahanya, Aprianto juga dikenal aktif dalam dunia organisasi kewirausahaan. Penerima kategori alumni pengusaha FPS tersebut tengah diamanahkan sebagai Ketua Umum Ikatan Pengusaha Wahdah Islamiyah (IPWI) sejak 2022, setelah sebelumnya menyelesaikan masa bakti sebagai Ketua Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) Sulsel (2021–2024) dan Ketua Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI) Sulsel (2018–2024).</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Bagi Aprianto, aktif di organisasi merupakan bentuk tanggung jawab sosial untuk menularkan semangat kewirausahaan kepada masyarakat luas. Ia menegaskan komitmen pribadinya untuk terus menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan kontribusi sosial.</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">"Melalui berbagai usaha dan organisasi yang saya kelola saat ini, komitmen saya tetap sama, yaitu menghadirkan layanan yang profesional, menjaga kualitas, dan yang paling penting adalah memberikan manfaat serta maslahat yang nyata bagi masyarakat luas," pungkas Aprianto.</span></p>

BACA SELENGKAPNYA