Home Cerita Alumni Alumni Talk Berita Tracer Study Login
N
Inspirasi & Jejak Sukses

Cerita Alumni

Kisah perjalanan, inovasi, dan prestasi para lulusan Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia yang berkontribusi nyata untuk negeri.

Alumni Nobel Indonesia Sebut Organisasi Jadi Kunci Penting Berkarir di Industri Pasar Modal Berita
Admin 20 May 2026

Alumni Nobel Indonesia Sebut Organisasi Jadi Kunci Penting Berkarir di Industri Pasar Modal

NIDC -- Penguasaan teori di bangku kuliah dinilai belum cukup untuk mengantarkan mahasiswa sukses di industri pasar modal. Diperlukan penguatan soft skills dan pengalaman organisasi yang matang agar mampu bersaing dan bertahan (survive) di dunia profesional yang penuh tantangan. Hal tersebut diutarakan dalam sesi Alumni Talk Batch 10 dengan tema "From Campus to Capital Market: Strategi Membangun Karir di Industri Pasar Modal Indonesia". Hadir sebagai narasumber, Arlia, alumnus Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia yang kini sukses berkarir di PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia, membagikan rahasia suksesnya menembus perusahaan sekuritas berstandar internasional berkat keaktifannya berorganisasi semasa kuliah.n"Dari pengalaman organisasi, saya bisa survive di lingkungan kerja saat ini," ungkap Arlia pada Selasa (19/5). Menurutnya, organisasi kampus menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan yang tidak diajarkan di dalam kelas, mulai dari rasa tanggung jawab, seni bernegosiasi, memperluas relasi, hingga kemampuan berbicara di depan umum (public speaking). Nilai-nilai inilah yang kemudian ia terapkan secara nyata dalam profesinya sekarang. Meski demikian, Arlia tidak menafikan pentingnya aspek akademis. Industri pasar modal membutuhkan pemahaman praktis yang kuat sejak dini. "Selama perkuliahan kami diajarkan tidak tentang teori saja, tapi dikuatkan dengan ilmu secara praktikum. Dari perkuliahan pasar modal saya tahu tentang pasar modal sehingga sangat berguna untuk pekerjaan saya. Selain itu, kami mendapatkan kesempatan magang untuk menerapkan teori di perusahaan," jelasnya. Meniti karir di PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia memberikan tantangan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi alumnus ITB Nobel Indonesia ini. Berkarir di perusahaan multinasional menuntutnya untuk terus beradaptasi dengan hal baru—termasuk tantangan bahasa Korea—namun diimbangi dengan lingkungan kerja yang sehat, relasi yang luas, serta standar kerja internasional. Di akhir acara, ia mengingatkan para mahasiswa dan alumni yang ingin mengikuti jejaknya di industri pasar modal bahwa fondasi paling utama dalam dunia profesional adalah skill dan tindakan nyata (action). "Ilmu yang didapatkan secara teori tidak akan matang jika tidak dicoba dan dilakukan langsung. Tentukan kemampuan apa yang dominan dan perkuat dengan action. Bekerja bukan step akhir, tapi awal untuk dapat wadah belajar yang baru," pungkas Arlia.

BACA SELENGKAPNYA
Bupati Jeneponto :  ITB Nobel Selalu Dihati Berita
Admin 20 May 2026

Bupati Jeneponto : ITB Nobel Selalu Dihati

NIDC --ITB NOBEL selalu di hati. Selalu diingat. Selalu dikenang Always remember, Always in heart. Itulah sejumlah kesan dan kenangan yang melekat ditubuh Bupati Jeneponto, Paris Yasir, S.E., M.M. Alumni Nobel Indonesia Institute medio 2022 lalu menjadi salah satu Kepala Daerah yang berhasil merengkuh gelar Magisternya mengambil program studi Manajemen. Wabup Jeneponto periode 2018-2023 itu yang pernah didapuk menjadi perwakilan Mahasiswa Pascasarjana di Claro Hotel Makassar. Selaku alumni, Paris tak akan melupakan peran dan jasa seluruh civitas akademika Nobel Indonesia. "Penghargaan dan terima kasih yang tak terhingga kepada segenap pimpinan dan jajaran Civitas Nobel yang telah mendidik dan membimbing kami, penuh komitmen dan kepedulian dalam mengembangkan komptensi Pendidikan dan Sumber Daya Manusia," kata Paris. Pernah menjadi orang dua di Jeneponto tak membuatnya lupa untuk tetap menempuh pendidikan kendati memiliki kewajiban mengabdi pada masyarakat. Berkah mendapat ilmu dan pengalaman selama berstatus Mahasiswa dikala itu membuatnya ia mendapat pelajaran berharga. "Menjadi tanggung jawab moral untuk kami aplikasikan dan amalkan untuk kepentingan Agama, Bangsa dan Daerah. Apalagi sebagai Pemerintah di Kabupaten Jeneponto tentunya kami akan memberikan kontribusi pemikiran, ide dan gagasan-gagasan baru untuk kemajuan daerah,” ujar Paris yang juga Ketua IKA Nobel Komisariat Jeneponto. Meski tak menjabat saat ini, tak lantas membuatnya berhenti mendoakan Nobel Indonesia komitmen melahirkan alumni yang unggul, kreatif, terpercaya dan inovatif. Selain mampu menjaga nama baik Almamater ITB NOBEL Makassar juga dapat berkontribusi nyata sesuai terhadap pembangunan bangsa dan negara. "Saya percaya bahwa alumni ITB Nobel Indonesia Makassar memiliki potensi luar biasa dalam menciptakan perubahan nyata. Saya berkomitmen untuk bersama-sama menjalankan tugas ini dengan segenap hati." tukasnya.

BACA SELENGKAPNYA
Owner Yappay Beberkan Strategi Bangun Personal Branding ke Mahasiswa Nobel Indonesia Berita
Admin 20 May 2026

Owner Yappay Beberkan Strategi Bangun Personal Branding ke Mahasiswa Nobel Indonesia

NIDC -- Alumni Nobel Indonesia Institute, Andi Febyan Jaya, S.E., membagikan pengalamannya merintis usaha pada Rabu (8/3). CEO PT.Yappay Jaya Indonesia itu didapuk menjadi pembicara, dalam alumni talk "Bagaimana Membangun Bisnis Kreatif dari Nol" di Ballroom Nobel Convention Center. Segmen yang diberikan alumnus Manajemen itu menarik perhatian banyak Mahasiswa. Tak heran, dalam pantauan, seluruh Mahasiswa Nobel tampak fokus mendengarkan setiap perjalanan bisnis yang ia paparkan. Dalam penjelasannya, Febyan memaparkan beberapa poin penting. "Kalau kita ingin membangun atau merintis bisnis, yang perlu kita perhatikan adalah, perbaiki niat, punya modal, konsistensi, menabung, tetap produk dan jangan malas," terangnya. Disisi lain, Febyan menambahkan membangun personal branding juga menjadi faktor tambahan jika ingin merintis bisnis. "Kalau kita berbicara yappay dari awal,roti bakar itu banyak tapai saya selalu bilang teman-teman saya tidak menjual roti bakar , saya mau jual 'yappay'," tambahnya. Menurut pandangannya, seseorang membeli orang roti bakar bukan karena hanya ingin memakannya saja. Namun, ada nilai dari brand yang dimiliki. "Orang beli bukan karena roti bakar, orang beli karena yappay. Orang liat karena valuenya dari yappay value itu banyak," kata Febyan Lalu, untuk menguatkan suatu produk tentu dibarengi dengan berbagai hal. Mulai dari pelayanan hingga menawarkan marketing. "Bagaimana kita menawarkan pelayanan, bagaimana menawarkan marketingnya kita. Bagaimana kita sebagai bisnis owner selaku saya yang punya, selalu memastikan brandingan saya di yappay," lanjutnya. "Jadi mungkin ada teman-teman. Saya beli yappay karena kak febyan. Its ok, karena saya membangun personal branding dan itulah strateginya. Kalau kita ingin berbisnis jangan terfokus hanya di produk saja. Masih banyak hal-hal lainnya yang bisa ditambahkan, sesuatu yang berharga dan dibtuhkan ketika sesuatu itu memiliki nilai atau value," tandas Febyan.

BACA SELENGKAPNYA
Alumni Manajemen Ibrahim : Garap Bisnis Jamur dan Harumkan Nama Nobel Indonesia di Kancah Nasional Berita
Admin 20 May 2026

Alumni Manajemen Ibrahim : Garap Bisnis Jamur dan Harumkan Nama Nobel Indonesia di Kancah Nasional

Memiliki usaha dan teman dari belahan nusantara adalah dua hal yang rasanya tak akan mungkin dilupakan bagi Ibrahim. Alumni Manajemen angkatan 2020 itu kini berprofesi sebagai CEO sekaligus Founder Aliansi Jamur, sebuah usaha yang ia rintis bersama rekannya semasa kuliah. 3 tahun lalu ia gagas dengan semangat menciptakan produk jamur yang berkualitas tinggi dan dinikmati masyarakat luas. "Visi kami adalah menjadi pemimpin dalam industri budidaya dan pengolahan jamur di Indonesia dengan fokus pada kualitas, inovasi, dan keberlanjutan. Misi kami adalah menyediakan produk jamur yang sehat dan lezat serta mendukung pemberdayaan komunitas melalui praktek budidaya yang ramah lingkungan," kata Ibe, sapaan akrabnya. Dari budidaya jamur yang dikelola telah menghasilkan sejumlah produk unggulan. Diantaranya, Jamur Excellent dan Leyzto. "Kalau Jamur Excellent produk jamur tiram mentah berkualitas tinggi yang dipanen dengan teknik budidaya terbaik untuk memastikan kesegaran dan kelezatannya maksimal. Sementara, Leyzto itu jamur olahan krispi diolah dengan resep khusus didalamnya ada tekstur yang renyah dan cocok jadi cemilan atau pelengkap makanan." paparnya. Dari usaha inilah ia telah meraup respon baik dari para penikmat jamur dan berhasil masuk pasar yang lebih luas. Disatu sisi, ia mengaku kendala maupun tantangan mengelola usaha budidaya jamur tiram di bisnisnya, mengelola kualitas dan kuantitas produksi secara konsisten. "Budidaya jamur tiram sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang harus dikontrol dengan tepat, seperti suhu, kelembapan, dan kebersihan," kata Ibe. Meski demikian, Ibe menyadari ada banyak pelajari ia temukan dari bisnisnya, salah satunya pentingnya inovasi dan teknologi, sampai komitmen terhadap kualitas. Karena menjaga kualitas produk adalah kunci untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan. Berkah Aliansi Jamur yang ia garap dan gagas bersama rekannya dibangku kuliah tentu tak lepas dari pengalamannnya dalam berorganisasi. "Pengalaman berharga dimasa kuliah yang saya bawa ke bisnis ini, tentunya adalah kepimpinan, komunikasi, negosiasi, dan literasi," lanjut Ibe. Dibenak Ibe yang masih segar, memori mengikuti program Wirausaha Merdeka (WMK) di IPB UNIVERSITY pada tahun 2022 lalu jadi pengalaman yang masih berbekas di kepalanya. Modal merintis Aliansi Jamur bermula dari situ sekaligus jadi modal menambah ilmu pengetahuan dan keterampilannya meramu bisnis. Belum lagi, Ibe dipercaya menjadi Ketua Tim KKN Kebangsaan di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. Ragam kawan dan budaya yang ia jumpai bersama ratusan Mahasiswa dari puluhan PT di Indonesia serta dua lainnya dari Malaysia jadi kesan menarik diingatannya. "Tentu pengalaman tersebut sangat mempengaruhi wawasan dan keterampilan memimpin suatu kelompok/tim karena 9 orang dari kelompok saya merupakan orang-orang pilihan dari berbagai asal, budaya dan Perguruan Tinggi yang berbeda, sehingga saya dengan begitu saya bangga membawa nama baik Perguruan Tinggi Nobel Indonesia pada kegiatan di tingkat Nasional." tutup Ibe.

BACA SELENGKAPNYA
Muh.Agus Firmansyah Saputra, Pionir Kambo Highland Palopo Sukses Terima ADWI dari Menparekraf Berita
Admin 20 May 2026

Muh.Agus Firmansyah Saputra, Pionir Kambo Highland Palopo Sukses Terima ADWI dari Menparekraf

Alumni Nobel Indonesia angkatan 2014, Muhammad Firmansyah Agus Saputra merupakan pengagas dari Kambo Highland. Salah satu villa dan resto yang terletak di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Usaha yang didirikan sejak 2017 lalu itu, bergerak di bidang Hospitality, Food & Beverage. Firman yang juga merupakan alumni dari Kab.Luwu Timur pernah menerima Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022 lalu dari Menparekraf, Sandiaga Uno. Kata Firman, bisnis yang ditekuninya itu terus menjadi destinasi langganan oleh wisatawan. Baik diakhir pekan, maupun hari hari besar. “Sampai saat ini masih menjadi salah satu objek wisata yang didatangi oleh wisatawan untuk berlibur,” ujar alumni prodi Manajemen itu. “Kambo Highland ini dikenal dengan tempat wisata yang menawarkan pemandangan alam yang bisa kamu lihat dari ketinggian. Letaknya yang berada di dataran tinggi ini, membuat para pengunjung bisa menikmati panorama alam yang khas perbukitan dan merasakan sensasi yang luar biasa. Suhu udara yang sejuk akan membuatmu nyaman untuk berlama-lama di sini,” sambung Firman yang juga alumni Universitas Bosowa itu. Meski demikian, tentu ada kendala yang kerap ia dapatkan dalam mengelola usahanya. Tantangan yang Firman rasakan datang dari kepuasan pelanggan. Jika terjadi kesalahapahaman dan pelayanan yang kurang memuaskan menjadi kekecawaan tersendiri dimatanya. “Mengelolah manajemen hospitality membutuhkan effort lebih dibandingkan menjual produk,” tegas Firman. Soal pengalaman kuliah, tak perlu dipertanyakan lagi. Owner Kambo Higland itu tercatat menjadi salah satu motor dan Wakil Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengusaha Muda Kreatif-Kompeten-Karismatik (PM3K). Semasa mengenyam pendidikan, ia pernah menjadi salah satu pemenang dalam program Wirausaha Mandiri. “Pencapaian tersebut tak lepas dari peran Dosen Nobel Indonesia yang begitu banyak membantu saya dalam setiap prosesnya. Kuliah di Nobel Indonesia juga sangat berkesan konsep akademik dan pengalaman kuliah diluar Kampus merupakan hal yang belum pernah saya rasakan sebelumnya,” tandasnya.

BACA SELENGKAPNYA
Usaha Kripik 'Millie Chips' Ala Lulu Sukses Hipnotis Lidah Pelanggan Berita
Admin 20 May 2026

Usaha Kripik 'Millie Chips' Ala Lulu Sukses Hipnotis Lidah Pelanggan

NIDC -- Kisah alumni Nobel Indonesia Institute dari program studi Akuntansi, Ince Sitti Nurul Azizah Maulany menjadi salah satu dari ribuan yang patut ditiru perjuangannya. Lulu sapaan akrabnya, berhasil membangun bisnis bernama Millie Chips. Usaha yang ia rintis itu, murni berangkat semasa berjibaku dengan dunia perkuliahan."Di sini (Nobel) menjadi tempat berproses dan menimbah ilmu. Mulai dari ide sampai proses usaha ini berhasil," kenang Lulu. Meski idenya terlihat sederhana, namun Lulu mengaku tak ingin meniru usaha yang beredar dipasar saat ini. Dengan beragam pelatihan dan masukan dari para Dosen hingga rekan-rekan sejawat, membuat produk yang berbeda dan menarik. Soal strategi, penerima penghargaan Nobel Entrepreneurship Award itu melanjutkan, platform media sosial pun dimanfaatkan sebagai senjata promosi produknya. Foto yang ia unggah diberbagai akun sosial media, menghipnotis mata para pelanggan yang berbagai instansi pemerintah hingga swasta. "Saya ingin menjangkau lebih banyak orang, dan media sosial adalah alat yang tepat," jelasnya. Dalam waktu singkat, produk kripiknya mulai dikenal, dan pesanan pun mengalir deras," cetusnya. Alhasil dengan kemasan yang unik dan varian rasa yang beragam, bikin Mantan Sekertaris HIPMI Nobel itu memiliki puluhan reseller yang tersebar diwilayah Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Usaha yang tak mengkhianti hasil menjadi bukti, bahwa dengan kerja keras dan kreativitas, impian bisa terwujud. "Saya ingin menginspirasi generasi muda untuk berani bermimpi dan mencoba," tutupnya dengan senyuman.

BACA SELENGKAPNYA
Alumni Pascasarjana Nobel Indonesia Didapuk Jadi Pembicara dalam Entrepreneurship Basic Program Berita
Admin 20 May 2026

Alumni Pascasarjana Nobel Indonesia Didapuk Jadi Pembicara dalam Entrepreneurship Basic Program

NIDC -- Alumni Pascasarjana Nobel Indonesia, Budiman, A.Md.RO, S.Kom didapuk menjadi pembicara dalam Entrepreneurship Basic Program, pada Rabu (22/10) sekira pukul 14.00 WITA. Agenda yang diselenggarakan oleh Nobel Entrepreneurship Center (NEC) itu dihadiri oleh ratusan Mahasiswa. Antusiasme peserta begitu besar saat menanyakan sejumlah persoalan ketika ingin menjadi entrepreneurship. "Mengapa ada banyak ide yang bagus, namun tidak bisa bertahan,?" ujar salah satu Mahasiswa. Merespon hal tersebut, Budiman menanggapi bahwa jika ingin membangun sebuah bisnis, terlebih dahulu lihat solusi apa yang ingin diselesaikan. "Kemudian siapa yang punya itu masalah, karena jangan sampai kita bikin produk tapi tidak menjawab solusi orang lain," kata Founder Xilau Eyewear Indonesia itu di Nobel Convention Center, Jl. Sultan Alauddin. Hal itu ia rasakan semasa menjadi Mahasiswa. Saat ia kuliah dijurusan Teknik Informatika, Budiman diminta membuat aplikasi nongkrong atau nongki, untuk mengetahui berapa kursi yang kosong disebuah cafe yang hendak dikunjungi. "Kalau buka itu aplikasi kita bisa melihat berapa kursi kosong di cafe itu. Jadi kalau mau jalan, bisa liat dulu cafe apa yang sepi," lanjutnya. Hanya saja, kata dia, ditahun tersebut ia menilai bahwa masyarakat tidak terlalu membutuhkan itu. Sama halnya ketika ada aplikasi ojek diluncurkan namun belum efektif, dikarena dimasa itu orang cenderung memilih kendaraan konvensional. "Waktu itu orang bikin aplikasi ojek, orang belum butuh itu. Karena banyak bentor, becak. Jadi membangun bisnis soal waktu dan momentum jadi saran saya kalau mau bisnis pahami dulu tiga, pahami solusi apa yang ingin diselesaikan, siapa yang punya itu masalah kemudian produk apa yang dibutuhkan, kemudian how you sell your products? Karena walaupun produknya bagus kalau cara jualnya, tidak tepat atau pilih channel yang tidak tepat itu tidak mungkin laku," tukasnya. Diketahui, sejumlah narasumber yang turut hadir dalam Batch perdana ini diantaranya Co-Founder Agropreneur Samata Green House, Andi Fathur Radhy, S.I.Kom, C.Pr serta Founder dan Creative Director Capslock Art Studio, Andi Syahrir Karsam, S.St. Nobel Entrepreneurship Center kali ini mengangkat tema bertajuk "Rise of Young Innovators : Tren Bisnis Baru di Era AI dan Sustainability."

BACA SELENGKAPNYA
Suka Duka Alumni Nobel Indonesia Jalani Ramadan di Arab Saudi Berita
Admin 20 May 2026

Suka Duka Alumni Nobel Indonesia Jalani Ramadan di Arab Saudi

NIDC -- Bulan suci Ramadan 1447 H di Riyadh, Arab Saudi rupanya memiliki kesan bermakna bagi alumni Nobel Indonesia Institute, Nurfaulia, S.Ak. Selama beberapa tahun terakhir, alumnus program studi Akuntansi tersebut harus menjalani puasa tanpa keluarga tercinta, dikarenakan harus bekerja sebagai income auditor, di Hilton Riyadh Hotel Residences. Lia sapaannya berkata, suasana puasa di Arab Saudi sangat berbeda dengan Indonesia. "Puasa disini memberikan pengalaman yang berbeda karena kota besar dan pusat aktivitas kerja. Orang-orang sangat menghormati bulan Ramadan sampai musik pun haram untuk diputar, cuaca yang bagus karena lagi musim winter dan jam kerja hanya 6 jam bagi umat muslim," ujarnya, Jumat (27/2). Secara kultur, tentu sangat kontras. Jika di Indonesia diwarnai dengan takjil yang dijual jelang waktu berbuka, serta suasana kampung yang ramai, di Riyadh, Lia mengatakan Riyadh suasananya lebih tertib dan fokus, tidak terlalu banyak kegiatan seperti di Indonesia. "Bisa nemu takjil kalau ke warung Indo aja," sambungnya. Disisi lain, poin plus yang ia rasakan selama Ramadan ialah, dapat merasakan ramadan di Arab Saudi dengan suasana yang sangat menghargai ibadah dan waktu berbuka terasa sangat tenang. Selain itu, pengalaman kerja internasional, melatih kemandirian, disiplin dan kemampuan adaptasi. "Selain itu bisa belajar budaya baru, bisa meningkatkan kemampuan bahasa inggris, dan medapat kenalan dari berbagai negara," lanjutnya. "Pesan untuk Mahasiswa Nobel Indonesia, siapkan diri dari sekarang, terutama kemampuan bahasa Inggris, mental yang kuat, serta sikap profesional. Jangan takut keluar dari zona nyaman. Jangan sampai terganggu dengan omongan negatif dari orang lain. Pengalaman kerja di luar negeri bukan hanya soal gaji, tapi tentang pembentukan karakter dan wawasan yang lebih luas," tukasnya.

BACA SELENGKAPNYA
Putri Mentari, Alumnus Nobel Indonesia yang Piawai Berbisnis dan Tak Pelit Ilmu Berita
Admin 20 May 2026

Putri Mentari, Alumnus Nobel Indonesia yang Piawai Berbisnis dan Tak Pelit Ilmu

NIDC -- Muda, aktif, energik dan produktif. Empat kata ini rasanya tepat dilekatkan kepada Alumni Pascarjana Nobel Indonesia Institute, Putri Mentari. Wanita kelahiran Amparita 26 tahun lalu, kini disibukkan dengan berbagai aktifitas. Salah satunya mengelola bisnis yang bergerak dibidang jasa bernama "Mentari Group". Tak itu saja, alumni prodi Magister Manajemen rupanya memiliki usaha kuliner bernama Ratu Seafood Sidrap. Lokasi yang cukup strategis dikawasan Trans Sulawesi Selatan, kerap dijamuri oleh para pelanggan. Mulai dari kalangan pejabat, pemerintah, pengusaha, maupun wisatawan yang sekedar singgah untuk rehat sejenak untuk mencicipi makanan laut yang membuat lidah bergoyang. "Dalam bisnis yang saya jalani selama 11 tahun lebih, saya pernah meraup profit hingga 1 Miliar dalam kurun waktu 3 bulan," kenang Putri. Keuntungan yang menggiurkan dilidah ini, kata Putri tak lepas berkat pengelolaan sumber daya manusia yang efektif, dan kerjasama. Semasa kuliahnya di Nobel, mengelola sumber daya manusia menjadi pengalaman berharganya yang kini diterapkan di dunia bisnisnya. Menurut Instruktur dan Asesor Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep itu, di era digital saat pengelola sumber daya manusia menjadi kunci utama untuk membangun organisasi yang tangguh dan berdaya saing di era digital yang semakin dinamis. "Karyawan adalah aset paling berharga bagi kami. Mereka adalah mesin penggerak inovasi dan pertumbuhan perusahaan. Karena itu, kami berupaya menciptakan budaya kerja yang mendukung mereka untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik," cetus peraih Mahasiswa Pengusaha Nobel Indonesia itu. Tak itu saja, disela kesibukannya menjadi pengusaha, Putri juga piawai memberikan edukasi kepada masyarakat. Mulai dari Direct Selling, pelatihan tata boga, kursus menjahit dan masih banyak lagi."Melatih dan mengembangkan karyawan adalah wujud komitmen saya menciptakan karakter masyarakat yang tangguh dan berdaya saing tinggi," tandas wanita yang menekuni olahraga lari itu.

BACA SELENGKAPNYA
Alumnus Manajemen Ini Patahkan Stigma Bisnis Tak Butuh Modal, Berikut Alasannya Berita
Admin 20 May 2026

Alumnus Manajemen Ini Patahkan Stigma Bisnis Tak Butuh Modal, Berikut Alasannya

Alumni Nobel Indonesia Institute, Nasrullah, S.M., M.M. didapuk menjadi pembicara, pada Kamis (9/1). Alumnus Manajemen 2017 itu menjelaskan ihwal "Mengubah Ide menjadi Realita : Proses Mendirikan Usaha Sejak Awal". Selaku narasumber ia menjelaskan bahwa memulai bisnis dalam bidang konveksi itu tak mesti mempunyai modal. "Siapa bilang bisnis konveksi itu butuh modal? saya memulai itu awalnya tidak modal, karena saya memberikan kepercayaan sama pelangganku. Kemudian apa butuh modal ? Saya malahan memanfaatkan relasi dan lingkungan, saya bisa patahkan stigma itu. Karena saya sudah lakukan," kata Ulla, di Ruang 401 Nobel Indonesia, Jl.Sultan Alauddin. Bisnis konveksi sendiri ia jalankan dimedio 2016. Kala itu, ia masih menumpang sama rekannya dan belum memiliki karyawan. Setahun berikutnya, ia menimba ilmu di Nobel Indonesia Institute. "Di Nobel saya masuk tahun 2017, alhamdulillah ilmu saya bertambah dan saya aplikasi dibisnisku. Jadi teman-teman saya merekomendasikan yang masih kuliah segera memulai bisnisnya mumpung masih baru kuliah," terangnya. "2019 alhamdulillah punyaka mesin jahit dan punya karyawan, ditahun 2020 waktu jaman Covid-19 itu malah jadi berkah, saya bisa buat APD sampai Masker, karena banyak pesanan dari luar, 2021 sampai 2022 alhamdulilah bertambah karyawan. Jadi berproses terus," sambungnya. Berangkat dari pengalaman dan beragam kesalahnnya justru ia genggam sebagai pengalaman. Olehnya itu, Ulla mengingatkan kepada Mahasiswa Nobel agar terus belajar dan berproses menjalani bisnis. "Jadi memang tidak mudah membangun bisnis, harus tekun ulet dan buat mapping. Jadi kesalahan itu dinikmati saja." tandasnya,

BACA SELENGKAPNYA
Wakil Menteri Pariwisata RI Dorong Wisudawan Nobel Indonesia Jalani Mimpi Seperti Sepeda Berita
Admin 20 May 2026

Wakil Menteri Pariwisata RI Dorong Wisudawan Nobel Indonesia Jalani Mimpi Seperti Sepeda

NIDC -- Wisuda Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia yang digelar di Hotel Claro, Kota Makassar pada Kamis (15/5) pagi tadi, terasa spesial dengan kehadiran Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa. Ni Luh Puspa sendiri merupakan alumni Nobel angkatan 2011 program studi Manajemen memberikan sambutan spesial. Dalam momen tersebut, Ni Luh meminta seluruh wisudawan yang hadir agar tidak berhenti melanjutkan mimpinya. "Hidup itu seperti kita naik sepeda, ketika kita berhenti kita pasti akan jatuh. tapi kalau kita terus mengayuh kita pasti akan sampai ditujuan manapun yang ingin kita capai, seberat apapun jalannya," katanya. Hal itu dikatakannya bukan tanpa alasan. Sebab, ia sudah merasakan bagaimana para seluruh Dosen dan civitas akademika Nobel Indonesia dengan hati yang tulus dan ikhlas membantu mewujudkan cita-cita yang ia impikan. "Saya adalah salah satu saksi hidup bagaimana cita-cita yang saya simpan dalam diri saya, kemudian saya memilih kampus ini untuk mengantar saya bukan untuk menjadi sesuatu tapi mengantar meraih cita cita saya dan itu terealisasi," tukasnya. Sementara, Rektor ITB Nobel Indonesia, Dr. Ir. H. Badaruddin, S.T., M.M., IPU, ASEAN Eng. menyebut bahwa total wisudawan kali ini berjumlah 306 orang yang terdiri dari dua Fakultas, yakni Fakultas Teknologi dan Bisnis dan Fakultas Pascasarjana. "Saya sangat berbangga hati karena wisuda kali ini sangat istimewa karena ada tiga prodi baru yang diwisuda, ada alumni Sistem dan Teknologi Informasi dengan gelar S.Kom, lalu Magister Manajemen dan Kewirausahaan (M.Bns), dan Keuangan Publik (M.E), selebihnya adalah prodi-prodi yang lama" tuturnya. Selain itu, Badar melanjutkan Tema Wisuda yang diangkat hari ini adalah One Piece. Bagi peserta, kata dia mungkin rasanya masih awam. "One Piece adalah harta karun legendaris yang menjadi impian utama Luffy dan krunya. One Piece bukan hanya sebuah harta karunsemata, namun One Piece adalah simbol dari petualangan, persahabatan, dan pencarian makna hidup," katanya. Dalam konteks perguruan tinggi, pendidikan lanjut Badar adalah perjalanan tiap individu masing-masing untuk menemukan One Piece  sendiri. "Proses belajar adalah lautan yang luas dan penuh tantangan, di mana Bapak Ibu harus berlayar melewati badai dan rintangan," katanya. "Setiap ujian, tugas, dan proyek yang Bapak Ibu hadapi adalah bagian dari perjalanan ini, yang membentuk karakter dankemampuan Bapak Ibu," sambungnya. Selain itu kata dia, Luffy dan krunya tidak bisa mencapai tujuan mereka sendirian. Mereka bergantung pada kekuatan, keterampilan, dandukungan satu sama lain. "Di ITB ini, Bapak Ibu telah belajar untuk berkolaborasi, berbagi ide, dan membangun jaringan. Ini adalah modal berharga untuk menghadapi dunia yang sesungguhnya setelah wisuda," urainya. Hari ini, saat wisudawan telah menerima gelar dan melangkah ke tahap baru dalam hidup, Seperti Luffy yang terus berlayar mencari One Piece, wisudawan juga harus terus mengejar impian, beradaptasi dengan perubahan, dan tidak takut untuk mengambil risiko. "Setiap langkah kecil membawa Bapak Ibu lebih dekat kepada tujuan besar yang Bapak Ibu inginkan. Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat bahwa hartakarun terbesar bukan hanya tentang pencapaian akademis, tetapijuga tentang pertumbuhan pribadi, hubungan yang dibangun, dan kontribusi yang dapat Bapak Ibu berikan kepada masyarakat," tukasnya.

BACA SELENGKAPNYA
Mengenal Sumaryadi Sabil Owner Lahap Kalap : Terus Berlari Capai Mimpi Berita
Admin 20 May 2026

Mengenal Sumaryadi Sabil Owner Lahap Kalap : Terus Berlari Capai Mimpi

NIDC — Mimpi membangun bisnis dibidang makanan terus dikebut oleh seorang Sumaryadi Sabil. Meski sudah menjalankan bisnis bernama Lahap Kalap, namun dirinya tentu ingin memperkuat dan memperdalamnya keilmuannya terlebih dahulu. Sehingga ia pun memutuskan memilih melanjutkan studinya di Nobel Indonesia. Alumni Magister Manajemen tahun 2020 itu resmi merengkuh gelarnya periode 2022 lalu. Yadi mengatakan, semasa kuliahnya di Nobel Indonesia Institute dulu, ia adalah pribadi yang aktif dalam urusan diskusi. Baik yang sifatnya formal maupun nonformal. Dari sinilah, ia mengasah kerangka berpikirnya. “Kita akan paham apa itu kesinambungan, manajerial, pemecahan masalah, riset dan seterusnya, bisa kita dapatkan di bangku kuliah yang sangat bermanfaat ketika kita sudah masuk di dunia karir dan bisnis,” katanya. Sementara dari usaha yang digelutinya itu, diakui masih mengalami dinamika yang kerap berubah-ubah. “Tantangannya adalah bagaimana saya pribadi sebagai nahkoda bisnis ini harus terus bisa melakukan pengembangan diri. Karena pada prinsipnya tidak ada bisnis yang lebih besar dari founder atau ownernya,” kata pria yang hobi berlari itu. Owner Lahap Kalap itu mengaku, terus belajar untuk mencapai apa yang ingin ia tuju. Mulai dari menyusun tujuan, komitmen dan terus belajar sebab kata dia ini yang setidaknya harus dijalani dengan sebaik-baiknya. “Bisa melihat organisasi bisnis yang dibangun dan bertumbuh, menjadi pencapaian berharga buat saya pribadi,” ujarnya. Disisi lain, ia mengaku belum meraih pencapaian tertinggi dalam karir bisnisnya. Meski begitu, ia terus membangun bisnis ini dibantu dengan beberapa orang tim yang menurutnya bisa diandalkan dan mampu bekerjasama demi mencapai mimpinya itu. “Untuk kelas UMKM saya pribadi masih fokus di sales/marketing dan masih mengontrol tim operasional/produksi,” tandas Yadi yang juga Mantan Kepala Lembaga Nobel Entrepreneurship Center (NEC).

BACA SELENGKAPNYA
Berjalan Seumur Jagung, Bisnis Dr. Yusrab Diganjar Penghargaan Sebanyak 3 Kali Berita
Admin 20 May 2026

Berjalan Seumur Jagung, Bisnis Dr. Yusrab Diganjar Penghargaan Sebanyak 3 Kali

NIDC, -- Restoran dengan konsep makanan timur tengah di Kota Makassar rasanya sangat langka. Sehingga hal itulah yang mendasari Alumni Nobel Indonesia Institute, Dr. Yusrab Ardianto Sabban, S.E., M.M. membangun bisnis bernama Abu Lahap. Berdiri sejak 2020 lalu, Restoran yang berlokasi di Ruko Permata Mutiara, Jl.Dg.Tata itu terus eksis memberikan kepuasan rasa yang tiada tara serta pelayanan yang maksimal. Ketika bisnisnya baru berjalan seumur jagung, alumnus dari Magister Manajemen angkatan 2014 itu pernah diganjar penghargaan sebagai Most Makassar Favorit Kuliner 3 kali berturut-turut. "Dalam kurun waktu 1 tahun, kami sudah mendapatkan penghargaan most makassar favorit kuliner 2022,2023 dan 2024," kata Yusrab. Perjalanan bisnisnya juga diakui kerap mengalami pasang surut. Namun, owner Abu Lahap itu terus memutar otak, agar bisnis yang ia rintis terus bergulir. "Tugas saya sebagai owner, terus mengembangkan perusahaan agar terus berkembang, memikirkan ide-ide kreatif," urainya. Kreativitas yang terlintas dibenaknya membuat restorannya menjadi langganan dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, selebrgram, sampai pengusaha. Tak ayal, restonya kerap jadi sasaran pelanggan, terkhusus dibulan Ramadan. Kini, memasuki tahun keempat, dirinya bercita-cita agar resto yang dikelolanya tak hanya meraup keuntungan semata. Tetapi, bisnis yang ia kelola berjalan mulus sesuai dengan blue print. "Kami ingin bisnis yang kami kelola berjalan dengan rencana serta membangun manajemen yang solid,sehingga semua bisa berjalan secara mandiri/autopilot," tukasnya.

BACA SELENGKAPNYA
Kisah Alumni Pascasarjana Haryudin Rela Berkelana Demi Gelar Berita
Admin 20 May 2026

Kisah Alumni Pascasarjana Haryudin Rela Berkelana Demi Gelar

NIDC -- Semangatnya dalam melanjutkan pendidikan, berbuah hasil manis bagi Alumni Nobel Indonesia Institute, Haryudin, S.E., S.H., M.M. Ayah tiga anak itu, berhasil merengkuh gelar Magister Manajemen pada periode Agustus 2024. Manisnya lagi, pria yang berprofesi sebagai abdi negara tersebut diganjar penghargaan sebagai Alumni Pengusaha terbaik 'Nobel Entrereneurship Award' kategori Alumni Pengusaha Pascasarjana. Haryudin bercerita, akhir pekan yang biasanya diisi dengan menikmati waktu bersama keluarga, kerap ia korbankan demi menuntut ilmu. "Waktu kuliah itu hari sabtu dan minggu, Jarak tempuh rumah dan kampus kurang lebih 200 km (Sidrap - Makassar), berangkat subuh dan tiba di kampus tepat waktu," kenang Haryudin. Meski begitu, ia bersyukur dengan semua. Sebab, pihak kampus juga memberikan alternatif lain untuk kuliah dengan sistem daring. Sehingga, antusiasme menerima mata kuliah dari Dosen bisa ia lakukan dimana saja. "Paling berkesan kalau kuliah Daring/Online, bisa ikut kuliah saat bawa mobil, saat berada di rumah kebun, dan bisa di mana saja", terangnya. Menuju tahap tesis, ia harus bergulat dengan pekerjaannya di kantor. Tak ayal, pemilik bisnis Apotek Tiga Putra itu melanjutkan, rela imsomnia berkali-kali demi menuntaskan segala perbaikan yang diberikan oleh para penguji hingga pembimbingnya. "Kesibukan pekerjaan di kantor sambil kerjakan tesis suatu tantangan tersendiri, sampai kemudian begadang, kurang tidur, sudah selesai, kemudian ada perbaikan, di print lagi sampai menggunakan kertas kurang lebih 4 rim, namun tetap semangat," kata Haryudin. Tuah kerja kerasnya berbuah hasil. Bahkan lebih spesialnya, Wisuda yang ia jalani ditemani sang istri tercinta yang kebetulan sama-sama menuntus ilmu dikampus yang sama. Kini, dirinya kembali mengabdi sebagai pelayan masyarakat dan fokus menjalankan bisnis apotek di wilayah Sidrap. Bisnis yang ia bina mulai medio 2012 telah menjamur ke beberapa wilayah ruas kota. Seiring berjalannya waktu, revitalisasi juga menjadi atensi khusus, sehingga penambahan fasilitas dibarengi dengan apoteker yang berpengalaman menjadi nilai plus buat pelanggan. "Kepuasan pelanggan adalah prioritas utama," tandasnya.

BACA SELENGKAPNYA
Alumnus Pascasarjana Nobel Ajak Ubah Hobi Jadi Cuan Berita
Admin 20 May 2026

Alumnus Pascasarjana Nobel Ajak Ubah Hobi Jadi Cuan

NIDC -- Owner Artana Land yang juga alumni Pascasarjana Nobel Indonesia Institute, Afsalurrahman, S.Pd., M.Bns, mendorong kepada seluruh Mahasiswa untuk mengubah hobinya menjadi pendapatan. Hal tersebut ia terangkan, saat didapuk sebagai narasumber dalam Entrepreneurship Basic Program di Kampus Nobel Indonesia Jl. Sultan Alauddin. Ia berujar, untuk menjawab semua persoalan itu tentu harus yang perlu dilakukan adalah mengubah mindset. "Semua berawal dari kemauan, jangan banyak alasan untuk tidak memulai. Apa alasan ta belum memulai bisnis, tidak ada modal, bakat, pengalaman? Semua berawal dari mindset atau kemauan yang kuat," katanya. Menurutnya, jika ada kemauan yang kuat tentu semua akan berjalan dengan lancar. Ia pun memberikan analogi dari sang penemu lampu, Thomas Alfa Edison. Ia mengungkapkan, Thomas waktu hingga ratusan kali untuk berhasil menemukan lampu. "Penemu lampu saja harus mengalami kegagalan selama 999 kali, dipercobaan ke 1000 baru berhasil," katanya. "Mindset semua berawal dari kemauan. Berawal dari suatu yang tidak terlihat, tapi kekuatan itu menentukan masa depan kita 80%," lanjutnya. Terakhir, ia mengungkapkan seorang pebisnis juga harus berani menerima kegagalan. Karena ia meyakini, dari proses kegagalan itu dapat melahirkan sebuah jawaban dan kemudahan. "Berani gagal hadpai rasa sulit, rasa sakit karena setelah kesulitan pasti kemudahan, dan setelah rasa sakit ada kesembuhan." tandasnya.

BACA SELENGKAPNYA
Alumni Nobel Indonesia Bedah Sinergi Pemerintah & Wirausaha Muda Berita
Admin 20 May 2026

Alumni Nobel Indonesia Bedah Sinergi Pemerintah & Wirausaha Muda

NIDC – Kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha muda menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini mengemuka dalam sesi Alumni Talk bertajuk "Strengthening Collaboration, Pemerintah dan Wirausaha Muda" yang digelar oleh Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Senin (13/4). Dalam sesi tersebut, Alumni ITB Nobel Indonesia, H. Andi Amil Amrillah, J. Sangaji., S.STP., S.H., M.A.P., M.M. menyoroti fenomena wirausaha yang umumnya didominasi usia 30-40 tahun. Namun, apresiasi tinggi diberikan kepada mahasiswa ITB Nobel yang sudah berani memulai bisnis, seperti usaha ricebowl, di sela-sela kesibukan akademik mereka. "Pemerintah hadir sebagai fasilitator dan kolaborator. Salah satu bentuk penguatan kolaborasi nyata adalah melalui pemberian bantuan dan kemudahan bagi pelaku UMKM muda," ujar Alumnus Fakultas Pascasarjana itu di Nobel Convention Center, Jl. Sultan Alauddin. Lebih lanjut, dijelaskan bahwa pengembangan wirausaha di Takalar kini berhasil menduduki peringkat ketiga di Sulawesi Selatan berkat penerapan konsep kolaborasi yang melibatkan pemerintah, media massa, akademisi, industri bisnis, hingga komunitas. Meski begitu, tantangan besar masih ada pada pemahaman mahasiswa mengenai legalitas usaha. Menurutnya Mahasiswa Nobel Indonesia harus melek perizinan. Menjadi pengusaha bukan hanya soal jualan, tapi bagaimana bisnis tersebut bermanfaat bagi masyarakat dengan landasan legalitas yang jelas. "Saya melihat masih banyak mahasiswa yang kurang paham soal perizinan. Sebagai alumni Nobel, kalian harus hafal dan paham hal ini. Kalau mau bisnis kita benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, mulai dari hal mendasar: lengkapi KTP, NPWP, NIB, hingga izin BPOM atau PIRT. Legalitas adalah kunci agar usaha kita dipercaya dan bisa berkembang lebih jauh." lanjutnya. "Jadilah pengusaha yang tidak hanya pandai melihat peluang, tapi juga bijak dalam menjalin sinergi. Sebab di era sekarang, bukan lagi waktunya untuk berkompetisi sendirian, melainkan saatnya berkolaborasi untuk tumbuh bersama." tutupnya.

BACA SELENGKAPNYA

Kisah Tidak Ditemukan

Coba kata kunci lain atau pilih kategori yang berbeda.