Home Cerita Alumni Alumni Talk Berita Tracer Study Login
Berita

Alumnus Pascasarjana Nobel Ajak Ubah Hobi Jadi Cuan

N
ITB Nobel Indonesia Pusat Karir & Alumni
20 May 2026
1 Menit Baca

NIDC -- Owner Artana Land yang juga alumni Pascasarjana Nobel Indonesia Institute, Afsalurrahman, S.Pd., M.Bns, mendorong kepada seluruh Mahasiswa untuk mengubah hobinya menjadi pendapatan.

Hal tersebut ia terangkan, saat didapuk sebagai narasumber dalam Entrepreneurship Basic Program di Kampus Nobel Indonesia Jl. Sultan Alauddin. Ia berujar, untuk menjawab semua persoalan itu tentu harus yang perlu dilakukan adalah mengubah mindset.

"Semua berawal dari kemauan, jangan banyak alasan untuk tidak memulai. Apa alasan ta belum memulai bisnis, tidak ada modal, bakat, pengalaman? Semua berawal dari mindset atau kemauan yang kuat," katanya.

Menurutnya, jika ada kemauan yang kuat tentu semua akan berjalan dengan lancar. Ia pun memberikan analogi dari sang penemu lampu, Thomas Alfa Edison. Ia mengungkapkan, Thomas waktu hingga ratusan kali untuk berhasil menemukan lampu.
"Penemu lampu saja harus mengalami kegagalan selama 999 kali, dipercobaan ke 1000 baru berhasil," katanya.

"Mindset semua berawal dari kemauan. Berawal dari suatu yang tidak terlihat, tapi kekuatan itu menentukan masa depan kita 80%," lanjutnya.

Terakhir, ia mengungkapkan seorang pebisnis juga harus berani menerima kegagalan. Karena ia meyakini, dari proses kegagalan itu dapat melahirkan sebuah jawaban dan kemudahan. "Berani gagal hadpai rasa sulit, rasa sakit karena setelah kesulitan pasti kemudahan, dan setelah rasa sakit ada kesembuhan." tandasnya.

Bagikan:
Tautan berhasil disalin!
Rekomendasi

Cerita Alumni Lainnya

Semua Kisah Sukses
Pengalaman Organisasi Jadi Bekal Elsa Beradaptasi di Industri Berita
Admin 08 Jul 2026

Pengalaman Organisasi Jadi Bekal Elsa Beradaptasi di Industri

<p>NIDC -- Pengalaman berorganisasi selama kuliah terbukti menjadi modal krusial bagi para lulusan perguruan tinggi dalam beradaptasi di dunia kerja. Hal ini dibuktikan oleh Elsa Asnur Safitri, S.M., alumni program studi Manajemen Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, yang kini sukses berkarier di industri logistik.</p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Elsa tercatat telah meniti karier selama 2 tahun 1 bulan di PT Samudera Abadi Logistik. Menempati posisi utama sebagai Admin Entry, ia juga dipercaya untuk mengemban tanggung jawab di bagian Finance (Keuangan). Fleksibilitas dan kemampuan multitasking yang dimilikinya diakui lahir dari tempaan selama aktif di organisasi kemahasiswaan semasa kuliah.</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">"Bagi saya, aktif dalam organisasi kampus memberikan dampak yang sangat besar dan nyata saat memasuki dunia kerja. Banyak sekali aspek praktis yang saya pelajari di sana dan langsung bisa saya terapkan di kantor, terutama dalam hal pemecahan masalah (problem solving) dan bagaimana membangun kerja sama tim yang solid," ujar Elsa, Selasa (7/7).</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Ia menambahkan, dinamika organisasi juga secara signifikan meningkatkan rasa percaya diri dan mengasah kemampuan komunikasinya secara profesional. Modal tersebut membuatnya tidak canggung ketika harus memperluas relasi kerja, baik dengan rekan internal perusahaan maupun pihak eksternal.</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Selama hampir dua tahun menghandle posisi Admin Entry sekaligus membantu urusan finansial perusahaan, Elsa mengaku tantangan administrasi logistik yang rumit dapat diselesaikan dengan tenang berkat mentalitas yang terbentuk sejak kuliah.</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">"Memasuki dunia kerja dengan latar belakang aktif berorganisasi memberikan keuntungan tersendiri. Di PT Samudera Abadi Logistik, tugas saya tidak hanya terpaku pada posisi Admin Entry, tetapi juga sempat dipercaya membantu di bagian Finance. Fleksibilitas ini bisa saya jalani karena organisasi kampus telah melatih saya untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperluas relasi. Kemampuan komunikasi dan kerja sama tim yang saya asah selama kuliah benar-benar menjadi fondasi utama saya dalam bertahan dan berkembang selama lebih dari dua tahun ini." ungkapnya.</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Keberhasilan Elsa ini sekaligus menegaskan komitmen ITB Nobel Indonesia dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara karakter dan memiliki keterampilan non-teknis (soft skills) yang relevan dengan kebutuhan industri modern.</span></p>

BACA SELENGKAPNYA
Profesionalisme Jadi Kunci Sukses Alumnus Manajemen Nobel Indonesia Bekerja di BBPMP Sulsel Berita
Admin 08 Jul 2026

Profesionalisme Jadi Kunci Sukses Alumnus Manajemen Nobel Indonesia Bekerja di BBPMP Sulsel

<p>NIDC -- Profesionalisme menjadi aspek penting yang hendak dicapai oleh Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, hal tersebut terlihat dari salah satum alumninya bernama Astuti Sofyandi, S.M.&nbsp;<span style="font-size: 0.875rem;">Alumnus Manajemen yang bertugas sebagai Pengolah Data Informasi di BBPMP Provinsi Sulsel.&nbsp;</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Sebagai salah satu alumni yang sedang bekerja Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sulawesi Selatan, Astuti menyebut latar belakang pendidikan dari ITB Nobel Indonesia disebutnya, sangat memengaruhi profesionalisme dan kualitas kerja para alumninya saat terjun ke dunia birokrasi dan pelayanan publik.</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">"Selama belasan tahun mengelola data informasi di sini, saya melihat alumni ITB Nobel Indonesia memiliki fondasi yang kuat, terutama pada aspek integritas. Etika dan moral kerja yang mereka tunjukkan sangat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan transparan," ujar Astuti saat memberikan keterangan mengenai performa kerja lulusan ITB Nobel.</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Selain faktor integritas, Astuti juga menyoroti keahlian berbasis bidang ilmu atau profesionalisme.&nbsp; Kompetensi yang didapatkan selama bangku perkuliahan dinilai sangat relevan dengan kebutuhan instansi modern saat ini, terutama dalam menghadapi transformasi digital di sektor pendidikan.</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">"Kombinasi antara keahlian teknis (IT dan bahasa), kemampuan komunikasi yang efektif, serta solidnya kerja sama tim membuat kinerja organisasi menjadi jauh lebih produktif. Tentunya saya berharap sinergi dunia akademik seperti di ITB Nobel Indonesia terus melahirkan lulusan siap kerja yang berintegritas tinggi," pungkas Astuti.</span></p>

BACA SELENGKAPNYA
Ini Rahasia Alumnus FPS Nobel Indonesia Sukses Bangun Ekosistem Bisnis  Lebih dari Sedekade Berita
Admin 22 Jun 2026

Ini Rahasia Alumnus FPS Nobel Indonesia Sukses Bangun Ekosistem Bisnis Lebih dari Sedekade

<p>NIDC -- Pengusaha multisektor sekaligus alumni Pascasarjana Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, H. Aprianto, S.H., M.M., menegaskan pentingnya implementasi ilmu manajemen strategis dalam mengelola jaringan bisnis dan memimpin organisasi profesi di Sulawesi Selatan. Selama lebih dari satu dekade, alumni prodi Magister Manajemen Fakultas Pascasarjana itu sukses membangun dan memimpin berbagai unit usaha di Makassar, mulai dari Klinik Hamdalah yang didirikan pada tahun 2013, Swiff Premium Laundry (2019), Saunk Coffee &amp; Resto (2021), hingga biro perjalanan Wisata Iman Tour &amp; Travel (2022).&nbsp;</p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Menurutnya, menjaga stabilitas operasional di berbagai sektor yang berbeda bukanlah hal yang mudah.&nbsp; "Mengelola berbagai unit bisnis yang berbeda sektor, mulai dari kesehatan hingga kuliner dan pariwisata, tentu membutuhkan seni manajemen dan perencanaan strategis yang sangat matang. Tantangan utamanya adalah bagaimana membangun sistem yang kokoh di setiap lini," ujar Aprianto</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Aprianto mengungkapkan bahwa bekal keilmuan yang didapatkannya selama menempuh studi Magister Manajemen (M.M.) di ITB Nobel Indonesia memegang peranan krusial dalam pengambilan keputusan bisnis yang ia lakukan sehari-hari.&nbsp; "Teori, studi kasus, dan ruang diskusi yang saya lalui bersama para dosen di Pascasarjana ITB Nobel memberikan perspektif baru bagi saya. Ilmu tersebut sangat aplikatif dan membantu saya dalam mengambil keputusan bisnis secara lebih profesional, terukur, dan visioner," tambahnya.</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Selain sibuk mengembangkan ekosistem usahanya, Aprianto juga dikenal aktif dalam dunia organisasi kewirausahaan. Penerima kategori alumni pengusaha FPS tersebut tengah diamanahkan sebagai Ketua Umum Ikatan Pengusaha Wahdah Islamiyah (IPWI) sejak 2022, setelah sebelumnya menyelesaikan masa bakti sebagai Ketua Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) Sulsel (2021–2024) dan Ketua Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI) Sulsel (2018–2024).</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">Bagi Aprianto, aktif di organisasi merupakan bentuk tanggung jawab sosial untuk menularkan semangat kewirausahaan kepada masyarakat luas. Ia menegaskan komitmen pribadinya untuk terus menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan kontribusi sosial.</span></p><p><span style="font-size: 0.875rem;">"Melalui berbagai usaha dan organisasi yang saya kelola saat ini, komitmen saya tetap sama, yaitu menghadirkan layanan yang profesional, menjaga kualitas, dan yang paling penting adalah memberikan manfaat serta maslahat yang nyata bagi masyarakat luas," pungkas Aprianto.</span></p>

BACA SELENGKAPNYA